Sabtu, 07 Januari 2012

Gelisah dot Com


Oleh: Ani Nh Fazia
Gelisah dot com
“Mintalah PadaKU maka AKU akan mengabulkannya.”  Begitu janji Allah.
Aku tahu itu ya Rabb, tapi bukan aku tak percaya. Hanya saja, kenyataan kadang berbeda dari sebuah harapan. 

Tentu Engkau lebih tahu apa yang terbaik bagi hambaMU, maka tak semua permohonan terkabul, karena baik menurutku belum tentu baik menurutMU.

Aku yakin dengan segala ketetapanMU, hanya saja terkadang aku tak yakin dengan diriku,,,, Lalu apa yang mesti aku lakukan? 

Kucoba untuk mengerti, kucoba untuk pahami, kucoba untuk tenangkan diri ini meski gelisah tak kunjung reda. Dengan segala problematika yang tak henti bermunculan.
Mencoba peka dengan keadaan, mencoba netral dengan segala kondisi, mencoba semangat dengan segala tekanan, mencoba berusaha dengan segala ketidakpastian.,,

Sedih ini adalah proses perbaikan diri, kecewa ini adalah langkah pendewasaan diri, kesal ini adalah jalan pengaturan emosi, dan bahagia ini adalah bukti kesyukuran diri.

Namun, diri ini tetaplah seorang manusia dengan segala kekurangan dan keterbatasan. Maka, semoga tiada prasangka dalam diri.

Entahlah definisai naïf itu seperti apa,, tapi hal itu lebih baik untuk menuju husnudzon dari pada prasangka yang akan membawa dengki.

Terkenang kata-kata ustadz Aam Amirudin. “Lebih baik kita mengira seseorang itu baik padahal tidak baik, dari pada mengira orang itu tidak baik padahal dia baik.” 

Semoga pula tiada rasa malas bagi perbaikan diri. Aamiin


Jumat, 02 Desember 2011

Ikhlasnya Kasih,,


Oleh : Ani Nh Fazia
Aku tak tahu
seberapa kuat tenaga yang ibu dorang untuk membuatku melihat dunia
Aku tak tahu
seberapa sering malam-malam yang ibu habiskan untuk selalu terjaga disampingku
Aku tak tau
 seberapa besar keringat yang bapak tumpahkan untuk menghidupiku
Aku tak tahu
Seberapa kuat do’a yang ibu dan bapak  khusyukan untuk melindungiku

Namun, Satu hal yang ku tahu
Aku mencintai mereka dengan segala keikhlasan

Kemarahan mereka adalah bentuk perhatian
Kekesalan mereka adalah bukti kedekatan
Kata-kata mereka adalah cinta dalam suatu ikatan
Nasehat mereka adalah penghibur bagi hati
Kasih sayang mereka adalah hal yang paling berarti
Dan pelukan mereka,
 merupakan hadiah terindah dari yang terindah untukku
12-08-09

Titipan pada Sang Ibu


oleh: Ani Nh Fazia

Kepingan-kepingan mozaikku terangkai dalam kehidupan
Menyatu antara asa dan gagal
Memeluk mimpi
Merengkuh harapan

Dalam canda kelincaan
Kaki-kaki kecilnya menari
Memberi bahagia pada rona kemerahan

Bibir kecilnya melafal
Membuat ukiran dalam kancah hati
Sungguh,
Anak adalah cinta dalam kerinduan
Maka,
Tiada kata untuk menyiakan
Dan
Tiada perbuatan untuk mengucilkannya
Karena ia,
Adalah titipan terindah dari sang Terkasih
1-2-09

Hujan ( Kata Orang?? Do'a Dikabulkan?)


Oleh: Ani Nh Fazia

Kata orang ,,
Hujan itu bikin becek
Menjadikan kondisi yang tidak mengenakan
Membuat pakaian selalu kotor dan basah
Membuat pula pakaian tidak pernah kering

Kata orang,,
Hujan itu buat banjir
Buat bocor rumah
Udara pun menjadi sangat dingin
Aktivitas sering terhambat karenanya

Sehingga,,,beberapa orang benci dengan hujan
Tapi aku,,sangat suka dengan hujan meski orang-orang membencinya
Aku menyukai hujan meski terkadang memang menyulitkan diriku

Karena setiap kali tetes-tetes air itu mengalir ke bumi
Aku selalu terbawa dalam kenangan-kenangan masa lalu
Melihat hujan, mengingatkanku dengan beberapa memori
Melihat hujan, mengingatkanku dengan beberapa orang yang pernah hadir dalam kehidupanku
Melihat hujan, membuat diriku selalu tersentuh
Melihat hujan, membuat diriku semakin kecil dihadapanNya
Melihat hujan, membuat diriku merasa begitu bersalah dan ingin berubah lebih baik
Melihat hujan, membuat kenangan-kenangan akan dosa pun bermunculan tiada henti
Tapi,,,
Melihat hujan pun, dapat melebarkan kesempatanku untuk selalu berdo’a
Semakin banyak hujan, semakin banyak aku berdo’a
Semakin banyak berdo’a, semakin besar peluang dikabulkan
Itu karena,,,
Salah satu waktu yang akan dikabulkan do’a  adalah ketika hujan turun
Karena pada saat itulah, seluruh rahmat Allah bertebaran di muka bumi

Sehingga tanpa sadar
Ketika aku melihat hujan,
menatapnya sendiri,
melihat tetesannya
Maka bibirku ini akan tersenyum
Tapi mataku,,akan sedikit berair

Semoga Allah selalu mengiringi tiap langkah umatnya untuk selalu bersykur dengan segala kondisi apa pun yang terjadi. Menjadikan umatnya sebagai makhluk sosial.  Aamiin.

Nb: 
Sebetulnya aku lebih suka dengan gerimis. Rintik-rintik kecil yang selalu membuatku tersenyum tiap kali melihatnya. 

Senin, 14 November 2011

Ada ENGKAU

 Oleh : Ani Nh Fazia

Aku bukanlah apa-apa
Aku bukan pula siapa-siapa
             Tapi jiwaku adalah benda hidup
              Ada rasa,,,,
Dimana sedih ingin dipahami
Dimana senang ingin diberikan
                Aku diam, bukan berarti kuat
                Hanya ungkapan bahwa aku tak mampu
Sabar itu sulit, Rabby
Sabar itu sakit
Sedang hari masih terlalu panjang
Dan jalan masih banyak untuk dilalui
                  Aku ingin bersandar
                  Meski untuk sejenak
                  Aku ingin berlari
                  Meski nanti harus kembali
Seberat apa pun hati
Ada ENGKAU yang menemani
Maka Rabby, lindungilah hati ini
Jangan biarkan setan masuk di dalamnya
Sehingga tak ada prasangka
Atau pun kotor hati
Aamiin Ya Rabb










Jumat, 14 Oktober 2011

Wanita, Inginkah Anda Berubah?

Oleh : Ani Nurhayanti Fazia

Ibnu al-Jauzy :
“ Jika engkau tidak mampu menangkap hikmah, bukan karena hikmah itu tidak ada, namun semua itu diakibatkan kelemahan daya ingat engkau sendiri. Engkau kemudian harus tahu bahwa para raja pun memiliki rahasia yang tidak diketahui setiap orang. Bagaimana mungkin engkau, dengan segala kelemahan yang ada, akan sanggup mengungkapkan seluruh hikmah?”

Pelajaran berharga yang dapat kita ambil : hikmah dari Allah atas setiap kejadian yang menimpa sudah pasti ada. Pertanyaannya, apakah kita berusaha mencari dan mengggalinya atau tidak. Mengenai kapan saatnya hikmah itu muncul kepermukaan juga sering menjadi pertanyaan. Bisa saat itu juga, seminggu, sebulan, setahun, lima tahun, sepuluh tahun bahkan mungkin setelah kita meninggal dunia.

Terinspirasi dari tulisan di atas menjadikan saya teringat dengan beberapa teman-teman saya. Sering saya mengatakan kepada mereka, “ Kamu pasti akan lebih cantik kalau berkerudung.”
Dan hampir 99% dari mereka mengatakan, “ Ya, nanti saja kalau sudah ada hikmah atau di beri hidayah sama Allah. “
Atau, “ Nanti aja, kalau udah siap.”
Dan, “ Ah saya mau kerudungin dulu hati. Yang penting kan hatinya baik, baru berkerudung.”
Jawabannya sungguh bagus bukan. Jawaban-jawaban tersebut mungkin adalah jawaban saya pula pada jaman breto ketika saya belum berkerudung juga.
Jawaban sih beragam, intinya tetap sama “ MENOLAK.”

Ya semua butuh proses, tidak sekali jadi.  Betul kan?

Masalahnya adalah, dalam proses tersebut kita mengerti atau menjadikan kita semakin Nggak Ngerti. Bisa saja hal itu dipengaruhi dengan di mana lingkungan kita berada. Pergaulan dan pemahaman yang membuat kita semakin jauh untuk mengerti atau semakin dekat kita untuk mengerti.

Hikmah itu sudah ada dari dulu, hidayah itu sudah di berikan oleh Allah dari dulu. Dan semua hati manusia itu pada dasarnya memiliki sifat “ baik. “

Tidak percaya?  
Saat ada orang yang bilang, “Kapan kamu berkerudung. Ayo atuh ?” bukankah Allah sudah memberikan jalan bagi Anda untuk mengambil suatu hikmah. Anda tinggal membuat pilihan, “YA” atau “ Tidak.” Kalau Anda menolak berarti bukan Allah tidak memberikan hikmah kepada Anda tapi justru Anda yang tidak mau menangkap hikmah tersebut, padahal sudah diberi jalan oleh Allah.

Hati?
Semua orang itu pada dasarnya baik. Ketika seseorang melakukan suatu kesalahan, maka hatinya akan berkata “ SAYA SALAH “ meskipun dia tidak mengatakannya secara langsung.
Kalau menunggu sampai hati benar2 putih,,,,aduuuuuuuuuuuh, itu mah memang benar-benar Anda hanya mencari alasan saja.
Tau kenapa? Karena masalah hati hanya Anda yang bisa jawab. Apakah mau baik atau tidak! Nunggu sampe tua dulu? Yakin usianya bakalan nyampe tua ?
Atau nunggu sampai kiamat baru mau berkerudung?

Terkenang sebuah cerita dari sahabat. Ngomong-ngomong sahabat, saya sangat bahagia. Anda tahu kenapa? Karena dari merekalah saya mendapat begitu banyak inspirasi, hikmah, dan cerita-cerita yang penuh dengan motivasi. Maaf  jadi melebar, kita kembali ke bahasan tadi.

Inilah cerita sahabat saya ketika mendengarkan sebuah acara di salah satu media elektronik.

“Lebih baik berkerudung dulu atau membersihkan hati dulu?”
Seperti ini  jawabannya.
Kerudung itu diibaratkan sebuah PERANGKO. Sedangkan hati itu diibaratkan SURAT.

Ceritanya Anda akan pergi ke kantor POS.
Ketika Anda ingin memberikan surat kepada seorang teman dengan jarak jauh, tetapi surat tersebut tidak Anda bubuhi dengan Perangko? Apakah surat tersebut akan sampai kepada teman Anda????
Akan tetapi berbeda lagi jika Anda mengirimkan sebuah amplop yang sudah dibubuhi dengan perangko. Meskipun amplop tersebut tidak ada surat di dalamnya (mungkin Anda lupa menaruh surat di dalamnya),  sudah barang pasti AMPLOP tersebut akan sampai kepada teman Anda meskipun tidak ada isinya.
Betul apa Betul?

Maksudnya begini

ketika Anda mencoba membaguskan hati Anda, tapi Anda tidak mempunyai perangko yang bernama KERUDUNG. Sebagus apapun cara Anda membaguskannya. Tetap saja Allah tidak akan menerimanya, tetap saja tidak akan sampai ke Allah. (Maaf : Terlalu sadis bahasa saya. Maafkan ya, teman)
Beda lagi jika Anda sudah membubuhi PERANGKO pada amplop tersebut ( kerudung sebagai penutup aurat). Meskipun tidak ada surat di dalamnya atau meskipun hati Anda belum bersih. Amplop tersebut tetap saja sampai ke tujuan.  Sampai ke Allah.  Bagaimana?

Untuk masalah hati, biarlah Allah yang atur. Allah itu Maha Pembolak-balik hati, teman. Meskipun tadinya Anda merasa berperilaku kurang baik, karena Anda telah mencoba menggunakan kerudung. Lama kelamaan sifat Anda itu akan sedikit berubah kearah lebih baik. PERCAYALAH !

Jangan sampai, ketika Allah membuka peluang untuk Anda, ketika Allah membukakan hati Anda untuk berfikir “ Wajibnya berkerudung bagi seorang wanita.” Tiba-tiba saja Anda menolaknya untuk beberapa kali. Ini sangat berdampak buruk untuk Anda. Saat Anda menolak kesempatan, apalagi jika kesempatan itu adalah kesempatan terakhir yang Allah berikan untuk Anda. Jangan salah, Allah akan menutup hati Anda, ya benar-benar menutup hati Anda. Jika hati Anda sudah Allah tutup, omongan apapun yang diberikan kepada Anda, nasehat apapun yang dilontarkan kepada Anda tentang kewajiban berkerudung ini. Saya jamin 100%, Anda akan punya 100 alasan pula untuk menolak memakai kerudung.

Jangan pula Anda mengatakan, “ Ya, percuma donk berhati baik tapi ga di kerudung. Mending ga usah baik aja.” Eits, itu mah sudah jatuh ketimpa tangga. Berarti  Anda salah mengartikan kata-kata saya.

Maksudnya adalah, Anda harus mengatakan pada diri Anda sendiri kata-kata yang positif, “ Wah, saya sudah baik. Akan lebih baik lagi jika saya sekarang mulai menggunakan kerudung. “ Atau, “ Saya memang belum baik, tapi dengan berkerudung. Saya yakin bahwa saya akan lebih baik dari saat ini. ”Itu kan akan lebih enak di dengar. Betul tak?

Dan lihatlah “Betapa cantiknya diri Anda setelah menutup aurat. Karena wanita itu adalah perhiasan terindah, maka jagalah perhiasan itu agar suatu saat nanti, akan jauh terlihat lebih indah pada waktunya. J
Taman-temanku sesama Muslimah, mohon dimaafkan kata-kata saya. Saya tidak berusaha mendikte, sok kritis, atau  SOk TAU. Saya hanya ingin mengeluarkan unek-unek saya saja, sebagai bentuk kasih sayang sesama muslimah. Terimakasih telah membacanya. Wallahu’alam bi shawab.
Maafkan aku teman2.

Al-Qur’an yang menjelaskan:

Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya nke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-Ahzab : 59)

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.(An-Nuur :31)

Cinta, Derita Tiada Akhir

oleh : Ani Nurhayanti Fazia

Seminggu ini, saya sedikit iri melihat beberapa status teman-teman saya yang menuliskan tentang cinta. Ada yang patah hati, ada yang dimabuk asmara, ada yang gundah gulana, ada yang marah karena cinta (sumpah serapah kepada orang yang dicintainya), ada ungkapan cinta, ada juga ungkapan cinta tak berbalas. Ya dan berbagai macam yang intinya mengarah kepada cinta. Saya juga ingin berpartisipasi tentu. Hanya saja apa yang harus saya tulis tentang cinta ya?  Akhirnya saya menuliskan, “ Love is never easy. “ hahaha

Tapi ternyata, selang beberapa waktu, ada sebuah tulisan yang buat saya geleng-geleng kepala ketika membaca status seseorang. Dia bilang, “………….mending mati.” Kata-katanya rada ngelantur, orang itu mengatakan kalau dia ingin mati, penyebabnya sih,,,,? Apalagi kalau bukan cinta. Begitu kira-kira. Mungkin lagi patah hati kali, ya.

Ah, saya jadi penasaran lagi, ingin juga menuliskan tulisan yang berhubungan dengan hal itu. Dan diketemukanlah kata-kata bagus untuk membalas ungkapan tersebut.

 Inilah kata-katanya :
Ibnu Qoyyim al-Jauzy :
“Jika engkau ingin tahu tentang siksaan pemburu dunia, maka renungkanlah keadaan orang yang sedang didera rasa cinta. “

Dikatakan dalam syair:
Tidakkah di dunia ini ada orang yang lebih menderita dari pencinta
Meski ia mendapatkan cinta ini manis rasanya.
Engkau lihat ia selalu menangis pada setiap keadaan
Karena takut berpisah atau takut karena rindu mendalam
Ia menangis jika mereka jauh, sebab didera kerinduan
Ia menangis pula saat berdekatan, sebab takut perpisahan
Air matanya mengalir saat bertemu
Air matanya mengalir saat berpisah.

Sayyid Quthub :
“Kegagalan cinta bukanlah kehancuran; mencintai namun tak bisa menikah, bukanlah akhir dari segalanya! Oleh karena itu, teruslah berusaha untuk melupakan dirinya. Dan, yang tidak kalah penting, engkau harus menggali hikmahnya. Kalaupun belum terungkap, jangan sampai hal itu menjadikan beban trauma yang justru menghalangi prestasi-prestasimu di masa yang akan datang.”

Wallahu’alam bi shawab
Jadi,,,,tetap semangat kawan. CINTA_CINTA_DERITANYA TIADA AKHIR_( Bergaya ala Ti Patkai ( di film KERA SAKTI) dalam mengucapkannya)

Sebetulnya cara mudah melepaskan kegalauan adalah dengan banyaknya beraktivitas, sering membaca (quran dan buku), shalat, dzikir, dan memperbanyak sahabat.

Semoga tidak ada yang dendam ketika saya menuliskan ini. HEhEee. Aamiin.