Tampilkan postingan dengan label Poem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poem. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 April 2014

Vulkanik Menyuruhnya Pergi Dari Rumah


oleh : Ani Nh Fazia

Debu-debu kumal bermain dengan tubuhmu,
sesekali engkau terbawa nyenyak pada hangatnya
Kau kira itu selimut yang membuat dinginmu hilang
engkau mungkin lupa atau bahkan berusaha tegar
sedang anakmu terbaring kurus
dan meronta karena lapar

Vulkanik menyuruhmu pergi dari rumah
menyertakan anakmu untuk kau dekap
Betapa hartamu lenyap satu tepukan
dan kini
anakmu menangis diam
tak ada suara
pun air mata

Kita mulai tuli dan pura-pura buta,
tak dapat mengeja rasa
Sedang jiwa tak ingin membuka nalar
Akal terbawa  lalu,
kemudian nurani menjadi keras

Cari hatimu, di jerami atau tumpukan dosa yang meluap
Setelahnya kau ambil dan mari kita memulai
Rasamu adalah rasaku
Perihmu adalah perihku
Dzikirku terhantarkan angin, kepada mereka kukecupkan do’a
“Semua akan baik-baik saja,”

Selasa, 03 Desember 2013

Sweet

oleh : Ani Nh Fazia

Seandainya kau mampu melihat kehidupan lewat mataku
Akan banyak cerita yang dapat kau bagi denganku
Seandainya kau bersedia bersandar di pundakku kelak
Biar kurasakan tangismu pula
Seandainya kau yakin, bahwa kau akan menjadi seorang ayah yang bijak
Kuyakinkan dirimu pula, bahwa aku sedang belajar menjadi seorang ibu
Seandainya kau biarkan aku menemani langkahmu kelak
Tetap lah  merasa nyaman disampingku

Tak kuketahui dirimu
Pun mungkin tak kau ketahui aku
Tapi rasa yang diikatkanNYA
Lebih kuat dari apa pun

Ada saatnya, jiwa satu iman
Satu  pandangan
Akan menemui jalurnya sendiri
Bukan mata yang melihat
Tapi ruh yang berkata "Ya"

Kemana pun hati berkeliling
Akan ada saatnya pula
Allah hentikan,
menautkannya dengan hati yang sama
Sehingga memalingkan dari hati yang lain

Hihi.. kembali berpuisi

Sabtu, 26 Mei 2012

Gadis Kecil Berisik


Oleh. Ani Nh Fazia

Amboi, kau begitu cantik gadis kecil
Mungil dalam balutan kerudung putih
Menggemaskan dalam ucap yang kupahami

Namun, hei gadis kecil
Aku kesal hari ini
Kamu terlalu berisik

Biarkan aku sendiri
Mainlah dengan hal lain
Tapi kau malah semakin berisik

Kau ini memang pintar membuat kalah
Terlalu cerewet sampai aku kewalahan
Akhirnya aku menyerah

Baiklah, cukup satu cerita
Dan tidurlah dengan cepat
Maka benarlah adanya, sebelum akhir cerita
Kau sudah terlelap

Tidurlah adik manis
Esok aku akan bercerita kembali
Tentang LAISA* dan tentang cerita lain


*LAISA : Karakter tokoh dalam novel Bidadari-Bidadari Syurga, penulis : Tere liye.

Minggu, 13 Mei 2012

Do'aku, Teruntuk Mimpimu


                                           

Oleh : Ani Nh Fazia
teruntuk anak-anak didik, seorang pembelajar

Kisah ini belum usai anakku
Panjang dan teramat panjang
Tentang kalian, anak-anak syurga
Saat jejak kalian
Dimulai dengan titik
Dan kuamaini tiap detik

Esok ..lihatlah kalian akan menggapai
Satu persatu asa yang mengapung
Tak lagi sekedar angan
Melumat menjadi cita

Dengan teramat khusyu
Kukecup kalian anak-anakku
Dalam doaku, doa gurumu

Dokter, dai, professor, guru  
atau apapun citamu, mimpimu
Teramat yakin ibu katakan
Allah akan merengkuh dan
Memeluk mimpi-mimpi itu,  dekap
( 31 Mei 2012, Bandung,)
Anak-anakku, esok dimana pun kalian berada
Doa ibu (guru) tak akan lepas, sama seperti doa seorang ibu terhadap anaknya
Puisi ini dibuat dan dipersembahkan untuk kalian,  anak-anak syurga
Titipan terindah dari Allah yang kelak akan menjadi kebanggaan
Bukan dari prestasi secara akademik saja,
tapi prestasi moral terhadap orangtua
Itulah sebabnya ibu menamai kalian anak-anak syurga,
Berharap, kalian akan menjadi orang sukses  di dunia atau pun diakherat
Karena, doa-doa orangtua itu selalu bersama dan menyertai kalian
Sehingga Allah akan mengabulkan satu persatu mimpimu, anakku

Salam sayang selalu untuk kalian, anak-anakku
dari gurumu tercinta

Jumat, 02 Desember 2011

Ikhlasnya Kasih,,


Oleh : Ani Nh Fazia
Aku tak tahu
seberapa kuat tenaga yang ibu dorang untuk membuatku melihat dunia
Aku tak tahu
seberapa sering malam-malam yang ibu habiskan untuk selalu terjaga disampingku
Aku tak tau
 seberapa besar keringat yang bapak tumpahkan untuk menghidupiku
Aku tak tahu
Seberapa kuat do’a yang ibu dan bapak  khusyukan untuk melindungiku

Namun, Satu hal yang ku tahu
Aku mencintai mereka dengan segala keikhlasan

Kemarahan mereka adalah bentuk perhatian
Kekesalan mereka adalah bukti kedekatan
Kata-kata mereka adalah cinta dalam suatu ikatan
Nasehat mereka adalah penghibur bagi hati
Kasih sayang mereka adalah hal yang paling berarti
Dan pelukan mereka,
 merupakan hadiah terindah dari yang terindah untukku
12-08-09

Titipan pada Sang Ibu


oleh: Ani Nh Fazia

Kepingan-kepingan mozaikku terangkai dalam kehidupan
Menyatu antara asa dan gagal
Memeluk mimpi
Merengkuh harapan

Dalam canda kelincaan
Kaki-kaki kecilnya menari
Memberi bahagia pada rona kemerahan

Bibir kecilnya melafal
Membuat ukiran dalam kancah hati
Sungguh,
Anak adalah cinta dalam kerinduan
Maka,
Tiada kata untuk menyiakan
Dan
Tiada perbuatan untuk mengucilkannya
Karena ia,
Adalah titipan terindah dari sang Terkasih
1-2-09

Senin, 14 November 2011

Ada ENGKAU

 Oleh : Ani Nh Fazia

Aku bukanlah apa-apa
Aku bukan pula siapa-siapa
             Tapi jiwaku adalah benda hidup
              Ada rasa,,,,
Dimana sedih ingin dipahami
Dimana senang ingin diberikan
                Aku diam, bukan berarti kuat
                Hanya ungkapan bahwa aku tak mampu
Sabar itu sulit, Rabby
Sabar itu sakit
Sedang hari masih terlalu panjang
Dan jalan masih banyak untuk dilalui
                  Aku ingin bersandar
                  Meski untuk sejenak
                  Aku ingin berlari
                  Meski nanti harus kembali
Seberat apa pun hati
Ada ENGKAU yang menemani
Maka Rabby, lindungilah hati ini
Jangan biarkan setan masuk di dalamnya
Sehingga tak ada prasangka
Atau pun kotor hati
Aamiin Ya Rabb